PENYELENGGARAAN JENAZAH (Modul Kelas XI Smtr 2)


TINJAUAN UMUM MODUL

  1. A. TUJUAN

Modul ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada Anda tentang kompetensi pendidikan agama Islam. Karena itu, setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda mampu :

  1. Membaca, menulis, dan memahami ayat – ayat Al-Quran serta mengetahui hukum bacaannya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari
  2. Beriman kepada Allah, dan lima rukun iman yang lain dengan mengetahui fungsi – fungsi hikmahnya serta terefleksikan dalam sikap, perilaku, dan akhlak dalam dimensi vertikal dan horizontal.
  3. Beribadah dengan baik sesuai dengan tuntutan syariat Islam baik dalam ibadah wajib maupun ibadah sunnah serta mengamalkan system muamalat dalam tata kehidupan.
  4. Terbiasa menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari – hari.
  5. Meneladani sifat, sikap, dan kepribadian Rasulullah, para sahabat, tabi’in.
  6. Mengambil hikmah dari sejarah perkembangan Islam untuk kepentingan hidup sehari – hari di masa kini maupun masa depan.

  1. B. MANFAAT

Bahan pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Anda, diantaranya adalah :

  1. menambah wawasan pengetahuan dalam memahami mata diklat/pelajaran Pendidikan Agama Islam,
  2. meningkatkan keterampilan membaca ayat – ayat Al-Quran yang popular dengan fasih dan benar sesuai dengan ilmu tajwid,
  3. menambah wawasan pengetahuan tentang hikmah dibalik peristiwa sejarah dan isi kandungan ayat – ayat suci Al Quran serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari, dan
  4. meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan ibadah wajib dan sunnah dalam kehidupan sehari – hari, baik dalam hablum minallah maupun hablum minannas.

  1. C. STRATEGI

Agar diperoleh hasil yang maksimal dalam mempelajari modul ini, ikutilah petunjuk berikut ini. Walaupun modul ini ditulis khusus berkaitan dengan pendidikan agama Islam, tetapi modul ini merupakan uraian yang memberi wawasan tentang mata diklat diluar pendidikan agama Islam. Wawasan ini dapat digunakan sebagai penopang kompetensi dasar mata diklat lain dan kompetensi lintas kurikulum.

Bahan penelitian secara utuh akan disajikan melalui komponen – komponen sebagai berikut :

  1. Judul kegiatan belajar
  2. Kompetensi yang mencakup kemampuan yang diharapkan untuk dikuasai setelah menyelesaikan kegiatan belajar yang bersangkutan.
  3. Uraian materi yang meliputi uraian subkegiatan belajar/kegiatan-kegiatan yang bersangkutan.
  4. Latihan subkegiatan belajar yang berisi wawasan konsep teori dan latihan uji kompetensi.
  5. Rangkuman yang berisi uraian singkat setiap kegiatan belajar.
  6. Evaluasi keseluruhan modul yang berisi latihan uji kompetensi keseluruhan modul.

Agar memperoleh manfaat yang optimal dari modul ini, Anda hendaknya memperhatikan langkah – langkah berikut ini :

  1. Bacalah terlebih dahulu tujuan kegiatan belajar dan garis besar isi kegiatan yang tertera pada awal setiap kegiatan belajar.
  2. Ceramatilah dengan seksama contoh materi kajian yang ada pada kegiatan belajar sampai mencapai tingkat pemahaman yang optimal.
  3. Kerjakan latihan yang terdapat disetiap kegiatan belajar.
  4. Untuk menguji kemantapan kompetensi Anda, kerjakan uji kompetensi.
  5. Apabila dalam mencermati materi pelatihan dan mengerjakan latihan terdapat kesulitan, Anda diskusikan dengan teman atau instruktur pada saat pembelajaran atau tatap muka. Apabila tidak dijumpai kesulitan, Anda dapat mempelajari materi pelatihan, latihan, uji kompetensi kegiatan belajar berikutnya.
  6. Cermati sekali lagi materi pelatihan secara cermat dan teliti untuk mengerjakan uji komptensi yang telah disiapkan.
  7. Bila hasil yang dicapai belum sesuai target ketuntasan kompetensi, adakan remidi (belajar ulang) dengan jalan mencermati lagi atau berdiskusi dengan teman atau menanyakan kepada instruktur pada saat pelatihan/tatap muka. Setelah diperoleh hasil memenuhi target ketuntasan kompetensi, tunjukan dengan mencermati materi pelatihan, latihan, refleksi, dan uji kompetensi kegiatan belajar baru.

MODUL 3

PENYELENGGARAAN JENAZAH

Kompetensi Dasar Selayang pandang
  • o Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah
  • o Memperagakan tatacara pengurusan jenazah

Alokasi Waktu

4 jam pelajaran (2 X KBM)

Di laksanakan

Pada kegaiatan ke 6 s.d 7

Tujuan Pembelajaran :

  • Mendiskusikan tata cara memandikan jenazah.
  • Mendiskusikan tata cara nmengkafani jenazah.
  • Mendiskusikan tata cara menshalatkan jenazah.
  • Mendiskusikan tata cara menguburkan jenazah.
  • Mempraktikkan tata  cara  memandikan jenazah.
  • Mempraktikkan tata  cara  mengkafani jenazah.
  • Mempraktikkan tata  cara  menshalatkan jenazah.
  • Mempraktikkan tata  cara  menguburkan jenazah.

Diantara hak orang yang sakit atas saudaranya yang Muslim ialah menjenguknya dan menyampaikan kegembiraan kepadanya. jika keadaannya semakin kritis, maka orang-orang yang menjenguk dapat mengingatkannya untuk bertaubat, melunasi hutang dan memberi wasiat. Dia dapat melakukannya dengan lemah lembut, tidak membuatnya merasa ketakutan karena telah dekat ajalnya. Orang yang sakitpun harus tegar keluar dari kezhaliman, memohon ampunan dari berbagai kedurhakaan dan berbaik sangka kepada Allah.

Jika ajalnya sudah dekat, disunnahkan kepada orang yang hadir didekatnya untuk membimbingnya mengucapkan “Laa Ilaa ha IlaLlah” secara perlahan dan menghadapkannya kearah kiblat. Jika sudah meninggal, hendaklah kedua matanya dipejamkan, sendi-sendinya dilemaskan serta mempercepat pengurusannya selagi tidak ada kemaslahatan untuk menundanya. Pada saat-saat itulah Islam melalui petunjuk Rasulullah telah menentukan hukum-hukum yang berkaitan dengannya, seperti tata cara memandikan, mengkafani, mensholati, dan mengubur serta mengurusi hal-hal yang berkaitan dengannya. Bahkan Islam juga telah mengatur ketentuan yang wajib dikerjakan oleh orang yang sedang sakit hingga ajal datang, ketentuan bagi kerabat orang yang meninggal, ta’ziyah serta ziarah kubur.

Modul ini akan mengkaji bagaimana penyelenggaraan jenazah sesuai dengan hukum Islam dalam pengurusan jenazah.

KEGIATAN BELAJAR KE 4 s.d 5

A. Takziah dan ziarah kubur

Akar kata takziah adalah al-‘aza’ yang berarti sabar. Takziah diartikan sebagai berkunjung dan berucap kepada orang yang mendapat musibah karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Kunjungan dan ucapan itu dimaksudkan untuk menghibur dan menyabarkan penerima musibah, meringankan kesusahannya, serta mengurangi rasa sedihnya dalam menghadapi musibah itu.

Tujuan takziah adalah agar keluarga yang ditinggalkan tidak meratapi kematian dan musibah yang diterimanya. Selain itu, takziah juga merupakan mau’izah atau nasihat bagi pelaku takziah agar mengingat kematian dan bersiap-siap mencari bekal hidup di akhirat. Maut datang tanpa memandang umur dan waktu.

Hukum takziah adalah sunah. Menurut Imam nawani, Hanbali, dan Sufyan As-Sauri, takziah disunahkan sebelum jenazah dikubur dan tiga hari sesudahnya. Imam Hanafi berpendapat, takziah disunahkan sebelum jenazah dikuburkan. Sayid Sabbiq, tokoh pembaru Islam menyebut, takziah bisa dilakukan sesudah 3 hari apabila dalam waktu 3 hari si pentakziah atau yang ditakziahi tidak ada.

Dasar takziah adalah hadis riwayat Ibnu Majah dan Al-Baihaki dari Amr bin Hazm, sahabat Nabi SAW: Orang Mukmin yang yang bertakziyah kepada saudaranya, Allah akan memberikan pakaian di hari kiamat, pakaian kemuliaan. Ia disunahkan satu kali dan soyogyanya takziah dilakukan kepada semua keluarga si mati dan kerabatnya, baik yang besar, yang kecil, laki-laki, dan perempuan.

Sabda Nabi Muhammad saw. Yang artinya :

Dari Abu Hurairah RA, Rasulallah bersabda, barang siapa yang takziah hingga dishalatkan, maka ia mendapat pahala satu qirat, dan barang siapa yang menghadirinya samai dikuburkan, maka baginya mendapat pahala dua qirat. Ketika Rasulallah saw. Ditanya sahabat apakah dua qirat itu? Beliau menjawab, laksana dua bukit besar. ” H.R. Bukhari dan Muslim).

Adab-adab takziah :

  • Hendakanya didasari dengan niat ikhlas.
  • Berpakaian yang sopan dan menutup aurat.
  • Bersikap serta bertingkah laku yang baik.
  • Berdo’a agar jenazah diampuni dosanya dan dirahmati Allah swt.
  • Memberikan bantuan uang atau lainnya.
  • Mengingatkan keluarga tentang hutang-piutang dan yang lainnya.

a.  Ziarah Kubur

Pengertian ziarah kubur adalah suatu kegiatan atau aktivitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya anda mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian. Karena ziarah kubur akan mengingatkan kepada akhirat. Dan hendaklah berziarah itu menambah kebaikan buat kalian. Maka barangsiapa yang ingin berziarah silakan berziarah dan janganlah kalian mengatakan perkataan yang bathil (hujran).” (HR. Muslim, Abu Dawud, Al Baihaqi, An Nasa’i, dan Ahmad)

Do’a ketika masuk ke area pekuburan :

Semoga keselamatan tercurah bagi para penghuni kuburan ini dari kalangan Mukminin dan Muslimin. Dan semoga Allah merahmati orang yang terdahulu dan orang yang belakangan dari kita. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim, An Nasa’i, Abdurrazzaq, dan Ahmad)

b. Adab Dalam Berziarah Kubur yang Baik dan Benar Menurut Islam :

  • Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.
  • Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT,
  • Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal.
    Tidak duduk, menginjak-injak, tidur-tiduran, dll di atas makam orang mati
  • Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air besar, kencing, meludah, melakukan hubungan suami isteri, buang sampah sembarangan, dan lain-lain.
  • Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur
  • Mendoakan arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur sana dengan ikhlas.

c. Tujuan ziarah Kubur :

Ziarah kubur memiliki dua tujuan, yaitu :

  1. Pertama, penziarah mengambil manfaat dengan mengingat mati dan orang yang mati. Dan tempat mereka ke Surga atau ke neraka.
  2. Kedua, si mayit mendapat kebaikan dengan perbuatan baik dan salam untuknya serta mendapat doa permohonan ampunan. Dan ini khusus untuk mayat yang Muslim. (Ahkamul Janaiz halaman 239)

d. Do’a-do’a ziarah kubur :

Ada beberapa doa yang shahih yang dituntunkan untuk diucapkan ketika berziarah ke kubur, namun kami cukupkan dengan menyebutkan dua saja di antaranya :

Artinya :

“Semoga keselamatan tercurah bagi kalian wahai penghuni tempat kaum Mukminin. Kami dan kalian serta apa yang dijanjikan besok adalah orang yang ditangguhkan. Dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penghuni kubur … .” (HR. Muslim, Nasa’i, dan lain-lain)

Artinya :

“Semoga keselamatan tercurah kepada penghuni kubur ini dari kalangan Mukminin dan Muslimin dan semoga Allah merahmati orang yang telah duluan dari kami dan yang belakangan dan kami insya Allah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim dan lain-lain)

(Lihat Ahkamul Janaiz halaman 239-240)

e. Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan manfaat, diantara yang

terpenting adalah:

Pertama: Ia akan mengingatkan akherat dan kematian sehingga dapat memberikan pelajaran dan ibrah bagi orang yang berziarah. Dan itu semua tentu akan memberikan dampak positif dalam kehidupan, mewariskan sikap zuhud terhadap dunia dan materi.

Kedua: Mendo’akan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampunan untuk mereka.

Ketiga: Termasuk mengamalkan dan menghidupkan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para shahabatnya.

Keempat: Untuk mendapatkan pahala dan balasan kebaikan dari Allah dengan ziarah kubur yang dilakukan.

Hikmah ziarah kubur ini juga tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” Dulu aku melarang kalian semua berziarah kubur, maka (sekarang) ziarahilah ia.” Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Karena sesungguhnya ia mengingatkan kepada kematian, dan dalam riwayat At Tirmidzi: “Karena sesungguhnya ia mengingatkan kepada akherat. ”

B. PENYELENGGARAAN JENAZAH

Ketika seorang muslim/muslimah meninggal dunia, wajib hukumnya menyelenggarakan jenazah. Kewajiban tersebut merupakan wajib kifayah.Adapun kewajiban kaum muslimin terhadap jenazah ada empat, yaitu: 1. Memandikan  2.Mengafani  3.Menyalatkan  4. Menguburkan.

a. Memandikan

Syarat-syarat jenazah yang harus dimandikan:

  1. Muslim/muslimat
  2. Anggota badan masih ada walaupun sebagian
  3. Matinya bukan mati syahid
  4. Pernah hidup walaupun sebentar.

Alat-alat yang diperlukan dalam memandikan jenazah :

  1. Sediakan tempat mandi.
  2. Sabun mandi.
  3. Air daun bidara.
  4. Air bersih.
  5. Sugi – 7 batang.
  6. Sarung tangan – 3 atau 5.
  7. Sedikit kapas.
  8. Air kapur barus.

b. Cara Memandikan Jenazah

  1. Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan.
  2. Tutup seluruh anggota mayat kecuali muka.
  3. Semua Bilal hendaklah memakai sarong tangan sebelah kiri.
  4. Sediakan air sabun.
  5. Sediakan air kapur barus.
  6. Istinjakkan mayat terlebih dahulu.
  7. Angkat sedikit bahagian kepalanya sehingga paras dadanya.
  8. Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan atau mimicit-micit perutnya secara perlahan-lahan dan hati serta kotoran dalam mulutnya dengan menggunakan kain alas atar tidak tersentuh auratnya.
  9. Siram dan basuh dengan air sabun.

10.  Kemudian gosokkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kakinya dan rambutnya.

11.  Selepas itu siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga.

12.  Kemudian bilas dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat :

Lafaz niat memandikan jenazah lelaki :

نَوَيْتُ الْغُسْل ِلِهَذَاالْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Niat saya memandikan jenazah (laki-laki) kerana Allah Taala”

Lafaz niat memandikan jenazah perempuan :

نَوَيْتُ الْغُسْل ِلِهَذَهِ الْمَيِّتَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Niat saya memandikan jenazah (perempuan) kerana Allah Taala”

13.  Telentangkan mayat, siram atau basuh dari kepala hingga hujung kaki 3 kali dengan air bersih.

14.  Siram sebelah kanan 3 kali.

15.  Siram sebelah kiri 3 kali.

16.  Kemudian mengiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah belakang.

17.  Mengiringkan mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya pula.

18.  Telentangkan semula mayat, ulangi menyiram seperti bil. 13 hingga 17.

19.  Lepas itu siram dengan air kapur barus.

20.  Lepas itu wudukkan mayat.
Lafaz niat mewudukkan jenazah lelaki :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهَذَاالْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Sahaja aku berniat mewudukkan jenazah (lelaki) ini kerana Allah s.w.t”

Lafaz niat mewudukkan jenazah perempuan :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهَذَهِ الْمَيِّتَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Sahaja aku berniat mewudukkan jenazah (perempuan) ini kerana Allah s.w.t”

21.  Siram dengan air sembilan.

22.  Setelah selesai dimandikan dan diwudukkannya dengan baik dan sempurna hendaklah dilapkan menggunakan tuala pada seluruh badan mayat.

23.  Cawatkan bahagian kemaluan mayat dengan cawat yang disediakan.

24.  Lepas itu usung dengan menutup seluruh anggotanya.

25.  Segala apa-apa yang tercabut dari anggota mayat, hendaklah dimasukkan ke dalam kapan berama (Contoh : rambut, kuku dll).

26.  Dengan ini selesailah kerja memandikan mayat dengan sempurnanya.

c. Mengafani Jenazah

Disunatkan bagi jenazah laki-laki dgn tiga lapis kain tanpa baju dan surban. Masing-masing lapis menutupi seluruh jenazah. Cara memakaikannya kain kafan dihamparkan sehelai-sehelai dan ditaburkan harum-haruman. Kemudian jenazah diletakkan diatasnya. Kedua tangannya diletakkan diatas dadanya

Disunatkan bagi jenazah wanita dikafani dengan lima lembar kain yaitu basahan,baju, tutup kepala,cadar dan kain yang menutupi seluruh tubuhnya. Cara memakaikannya dihamparkan kain untuk membungkus seluruh tubuh,diberi harum-haruman, kemudian jenazah dibungkus seluruh tubuhnya dengan kain pembungkus

Cara-cara mengkafankan jenazah

Pertama :
Hendaklah disediakan tiga lembar kain kafan dibentangkan dengan disusun, kain yang paling lebar diletakkan di bawah atau dengan cara kain tiga lembar dibentangkan dan letaknya agak serong yang atas melebar dan yang bawah mengecil, setiap lembar disapu dengan wangi-wangian atau minyak wangi yang tidak mengandungi alkohol.
Kedua : Hendaklah disediakan tali pengikat sebanyak tiga atau lima utas yang diletakkan di bawah kain kafan tersebut.
Ketiga :
Hendaklah disediakan kapas yang disapu dengan wangi-wangian dan kayu cendana yang digunakan untuk menutup antara lain :
1. Kemaluan
2. Wajah (muka)
3. Kedua buah dada
4. Kedua Telinga
5. Kedua siku tangannya
6. Kedua tumitnya
Keempat :
Angkatlah mayat tersebut dengan berhati-hati kemudian baringkan di atas kain kafan yang sudah dibentangkan.
Kelima : Tutupkan jenazah itu dengan kapas yang telah disediakan pada bahagian-bahagian yang telah disebutkan di atas.
Keenam :
Hendaklah kain kafan tersebut diselimutkan atau ditutupkan dari lembar yang paling atas sampai lembar yang paling bawah, kemudian ikatlah dengan tali daripada kain yang telah disediakan sebanyak tiga atau lima ikatan.

Semua tali pengikat mayat hendaklah disimpul hidup di sebelah kiri. Sebelum  diikat di bahagian kepala, benarkan warisnya melihat atau menciumnya.
Tulislah kalimah “ALLAH dan MUHAMMAD” di dahi mayat dengan menggunakan minyak wangi.

Setelah siap diikat renjislah dengan air mawar dan sapulah minyak wangi.

d. Menshalatkan Jenazah

1.Syarat shalat jenazah

  • Menutup aurat,suci dari hadats kecil dan besar, bersih pakaian ,tempat dari najis, menghadap kiblat.
  • Jenazah telah dimandikan dan dikafani
  • Letak jenazah didepan orang yang menshalatkan, kecuali shalat gaib.

2. Rukun Shalat Jenazah

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu
  3. Takbir 4X
  4. Membaca surat Al Fatihah
  5. Membaca shalawat Nabi
  6. Mendoakan Jenazah
  7. Memberi salam

Dalam mengerjakan solat jenazah, yang paling utama ialah dikerjakan secara berjemaah dan harus dijadikan tiga saf (barisan) sekurang-kurangnya setiap satu saf dua orang.

Bagi orang perempuan diperbolehkan mengikuti berjemaah bersama-sama dengan orang lelaki atau boleh mendirikan solat ke atas jenazah setalah disolatkan oleh orang lelaki.

  1. Cara mengerjakan Solat Jenazah
  • Bagi jenazah lelaki, Imam yang akan mendirikan solat ke atasnya hendaklah berdiri searah dengan kepala jenazah itu.
  • Bagi jenazah perempuan, Imam hendaklah berdiri searah dengan lambung atau bahagian tengah jenazah itu.
  • Tentang tempat untuk mengerjakan solat jenazah, diperbolehkan di dalam masjid, di surau atau di tempat lainnya yang memungkinkan solat berjemaah dengan syarat tempatnya itu luas dan bersih.

Lafaz niat solat jenazah :
a. Lafaz niat untuk mayat perempuan bagi Imam.

اُصَلِى عَلىَ هَذَهِ الْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ اِمَامًا لِله تَعَالىَ اَلله اَكْبَرُ.

“Sahaja aku berniat mendirikan solat ke atas jenazah(perempuan) ini dengan empat takbir fardhu kifayah  menjadi Imam kerana Allah Taala”

b. Lafaz niat untuk mayat lelaki bagi Makmum

اُصَلِى عَلىَ هذَ االْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِله تَعَالىَ اَلله اَكْبَرُ.

“Niat saya menyolatkan ini mayit laki-laki empat takbiran fardhu kifayah makmum karena Allah Ta’ala”

c. Lafaz niat untuk jenazah perempuan bagi Makmum

اُصَلِى عَلىَ هذِهِ الْمَيِتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِله تَعَالىَ اَلله اَكْبَرُ.

“Niat saya menyolatkan ini mayit perempuan empat takbiran fardhu kifayah makmum karena Allah Ta’ala”

d. Lafaz niat untuk mayat anak laki-laki  bagi Makmum

اُصَلِى عَلىَ هذَ االْمَيِّتِ الطّفْلِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِله تَعَالىَ اَلله اَكْبَرُ.

“Niat saya menyolatkan ini mayit anak laki-laki empat takbiran fardhu kifayah makmum karena Allah Ta’ala”

e. Lafaz niat untuk mayat anak perempuan bagi Makmum

اُصَلِى عَلىَ هذَهِ االْمَيِّتَةِ الطّفْلَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِله تَعَالىَ اَلله اَكْبَرُ.

“Niat saya menyolatkan ini mayit anak perempuan  empat takbiran fardhu kifayah makmum karena Allah Ta’ala”

3. Sunat Shalat jenazah

  1. Mengangkat tangan pada setiap takbir
  2. Merendahkan suara bacaan
  3. Membaca Taawudz
  4. Disunatkan banyak pengikutnya.
  5. Memperbanyak shaf.

e. Menguburkan jenazah

Tata cara menguburkan jenazah

1. Dibuat liang lahad sepanjang badan jenazah, dalamnya kira-kira satu

meter. Didasar lubang dibuat miring lebih dalam kearah kiblat

2. Ketika meletakan jenazah hendaknya dibacakan lafal

“Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah SAW”.

3. Tali-tali pengikat kain dilepas, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan

pada tanah.

4. Jenazah ditutup dengan papan/kayu lalu ditimbun tanah

5. Menyiram dengan air diatas tanah kubur

6. Mendoakan dan memohon ampun.

About these ads

Tentang sutisna

Sutisna di lahirkan pada tanggal 12 maret 1975 di kota hujan (bogor), dan sekarang menetap di Subang Jawa Barat. Pendidikan SD N di Cimapag Bogor, MTS al-MUhajirin Cigudeg Bogor, MAN Parung Panjang Bogor, dan IAIN SGD Bandung tahun 2000. aktivitas keseharian pendidik pada SMKN 2 Subang dan MTs Negeri Subang dari tahun 2001 s.d sekarang.
Tulisan ini dipublikasikan di Modul PAI SMK. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s